Search

About Farah

Farah Salsabila adalah seorang perempuan yang sedang menempuh pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada. Dia sangat suka menulis, dan dia menulis tentang banyak hal, mulai dari beauty, lifestyle, travel, fashion, resep, dan curahan hati. Dia berharap tulisan - tulisannya banyak membantu orang lain, walaupun hanya sekedar sedikit hiburan bacaan, atau yang sedang butuh referensi produk, resep, dan tempat wisata. Dia juga sangat berterimakasih kepada kamu yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi blog ini, dan terus membuat dia semangat menulis. Dia berdoa semoga kamu juga diberikan kebahagiaan dan kemudahan.

NYOBAIN SI VIRAL SHRD DI RAMBUT YANG GAK NGEMBANG, MASIH WORKS GAK YA?

 

Buatku, milih perawatan rambut khususnya ‘leave in treatment’ itu tricky ๐Ÿ˜–. Iya, tipe rambut aku gak keriting dan gak ngembang, tiap helaiannya tipis jadi overall tampilan rambutku tipis, dan mudah berminyak di bagian dekat kulit kepala, juga mudah kusut pake banget! Sedangkan kebanyakan treatment rambut yang tipe leave in (non bilas / sejenis vitamin) sepenglihatan aku di Indonesia ini, mostly buat mengatasi rambut megar. Di iklan buktinya, dari kecil aku selalu lihat, yang dijadikan topik utama perawatan rambut kan untuk rambut megar mulu. Kesel sih, kenapa sih yang terus dipaparin di iklan rambut megar mulu, ada lohh aku ni yang gak megar dan bermasalah pliss lihat aku!!!!!!! Huft~

Aku pernah nyoba pake perawatan leave in untuk rambut megar, akibatnya? Lepek dan mudah berminyak. Yaudah pake treatment volumizing aja~ Masalahnya, kalau aku pake sampo supaya rambut volumizing, rambutku jadi kering. Atau misal aku gak pake sampo volumizing deh, aku pake yg biasa, terus aku keringin rambut pake hair dryer, rambutku jadi kering juga dan lama – lama muncul rambut jigrak tapi keriting keriting gak sehat gituu ๐Ÿ˜–. Sungguh merepotkan ya merawat rambutku ini.

Nah, kebetulan, ada si hair care tipe leave in treatment yang cukup viral. Memang dia viral karena bisa mengatasi rambut keriting dan megar. Tapi, pas aku cek di IG nya katanya bisa juga buat rambut lurus dan bisa buat heat protector. Hmm oke ๐Ÿ‘️. Aku berani coba. Gak ngarep apa – apa waktu itu, karena viralnya karena buat rambut keriting megar, jadi aku yaaa pasrah aja ๐Ÿ˜†, siap – siap bakal jadi lebih lepek dan berminyak๐Ÿ˜†, palingan aku bakal fokus ke kemampuan heat protectornya aja (pikirku waktu itu) soalnya aku adalah pemakai hair dryer walaupun gak tiap hari.

Tidak lain dan tidak bukan, produk itu adalah SHRD Protein Cream. Aku udah coba produknya selama beberapa minggu, jadi mari kita lihat, produk yang viral ini apakah cuma cocok di rambut keriting dan megar aja?

Disclosure Statement: Review ini adalah hasil penggunaan di rambut aku. Aku tidak menyamaratakan hasil di seluruh umat akan sama. Penulisan review ini bertujuan sebagai bahan referensi, supaya banyak konsumen yang tertolong. Dan aku berharap tulisan ini membantu buat kamu ๐Ÿค—

 

๐ŸŒˆ Basic Information 

Brand

SHRD

Jenis

Leave in treatment rambut

Isi

50 ml

Nomor BPOM

NA47201000002

Asal

Taiwan


๐ŸŒˆ Packaging 

Yang aku terima, produknya dilengkapi dengan box ya. Nah untuk box nya, warnanya abu dan mengkilap. Informasi di box lengkap dan berbahasa inggris. Yang aku suka dari box nya, di bagian tempat buka box, ada desai lubang yang ngebantu banget untuk mempermudah ngebukain box nya.

Soalnya, aku dari dulu cukup struggle untuk buka box supaya tetep rapi, karena ‘mulut’ atau bagian untuk buka nya lengket atau nyangkut.

Kalau packagingnya sendiri, bentuknya jar. Untuk warna, berbeda dengan warna box, kalau box warnanya abu, si packagingnya berwarna hijau lumut. Di dalam jarnya ada lapisan / pembatas plastik kokoh yang melindungi cream nya. Informasi di packaging jar nya juga lengkap, tapi emang agak effort buat bacanya bagiku ๐Ÿ˜†.

 

๐ŸŒˆ Claims 

Benefits:

  1. Menghaluskan & menyegel kutikula sambil mengunci hidrasi & menguatkan rambut
  2. Heat Protector melindungi rambut dari sinar UV dan catokan
  3. Memperbaiki ataupun mencegah rambut bercabang, kekeringan & kusut
  4. Menambah kilau rambut

 

Best for:

  • Rambut rusak akibat bleaching
  • Rambut kering, kusut & ngembang
  • Normal hair (prevent/pencegahan) 

 

๐ŸŒˆ Ingredients 

Aqua, Cetyl Alcohol, Stearyl Alcohol, Dimethicone, Polysorbate-20, Cetrimonium Chloride, Glyceryl Stearate SE, Propylene Glycol, Helianthus Annuus Seed Oil, Silk Amino Acids, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Extract, Panthenol, Mica/Titanium Dioxide, Phenoxyethanol, Methylparaben, Ethylparaben, Propylparaben, Fragrance

 

๐ŸŒˆ Texture & Scent 

Texturenya creamy – kental. Warnanya putih dengan partikel – partikel glitter halus (bagiku unik ๐Ÿ˜€), ini mengingatkanku sama moisturizer cream citra pearl itu lohh ๐Ÿ˜†. Aromanya juga harum, jujur nostalgia banget sama moisturizer citra pearl jaman aku kecil ๐Ÿ˜†, entah sama atau nggak, yang jelas itulah yang terlintas di benakku ๐Ÿ˜†.

 

๐ŸŒˆ Cara Pakai 

Saat kondisi rambut setengah basah:

  1. Rambut kondisi setelah keramas dan dikeringkan dengan handuk
  2. Ambil Protein Cream seujung ruas jari, lalu gosok pada telapak tangan
  3. Aplikasikan merata pada batang rambut saja dengan menyisir dengan jari-jari tangan (hindari menggosok-gosok rambut)
  4. Lanjutkan dengan hair dryer

 

Saat kondisi rambut kering:

  1. Ambil Protein Cream seujung ruas jari (jangan terlalu banyak)
  2. Gosok pada telapak tangan
  3. Aplikasikan pada batang rambut saja dengan menyisir dengan jari-jari tangan

 

Dapat digunakan 2 kali, setelah keramas saat kondisi rambut setengah kering sebelum hairdryer atau setelah styling rambut untuk menjaga bentuk rambut

 

๐ŸŒˆ Results 

Maaf aku gak ngasih foto before – after karena aku berhijab, tapi trust me, review ini pure hasil di rambut aku ๐Ÿฅบ.

Aku pakenya biasanya sehabis keramas ketika rambut setengah basah, karena aku tau rambut kayak aku dipake pas kering apapun treatment nya pasti lepek wkwkwk, dengan jumlah pemakaian sesuai yang ada di cara pakai di atas. Aku gak nyangka anjuran pakenya seiprit itu ๐Ÿ˜†, tapi yaudah lagian rambutku juga tipis kan ngapain juga banyak – banyak.

Setelah diaplikasikan ke rambut (rambut masih dalam keadaan setengah basah), rasanya kayak biasa aja, malah aku tu gini ‘ha yakin cuma seiprit, kayak gak ada feel apa apa’ ๐Ÿค”. Lalu, aku biarin aja kering sendiri gak pake hair dryer, mau lihat, soalnya biasanya kalau aku pake leave in treatment (apalagi digadai – gadaikan buat rambut ngembang) dan gak aku hari dryer pasti rambut ni agak berminyak dan lepek. Pas udah kering, aku ngaca deh, tau gak, rambut aku tu kayak jatuuuh gitu, tapiii gak berminyak sama sekaliii. Malah kayak gak keliatan ‘jejak’ alias ‘minyak’ nya, tapi rambut ini kelihatan sehat lembab gitu aneh kan ๐Ÿคจ. Iya, rambut ku jadinya jatuh, berkilau, lembab, tapi bukan definisi berminyak lepek! Aku baru tau rambut juga bisa kelihatan sehat tanpa berminyak, soalnya selama ini treatment rambut tipe leave in di indo selalu richhhhhh buanget bagiku hiks. Satu lagi rambut aku yang biasanya ada rambut keriting jigrak gak sehat (damaged hair/rambut rusak) berkuranggg! Padahal susah loh ngapain rambut rusakku itu. Hebat, keren si SHRD!

Nah, tadi itu kan aku belum sisiran nih, waktu aku cek, rambut aku less kusut tau gak ๐Ÿ˜, padahal aku tu tipe rambut yang sangat – sangat cepat kusut, sampe tukang salon aku potong rambut pun protes ๐Ÿ˜†. Tapi ini aku belum sisiran aja udah kayak lebih plong, kusutnya ada tapi jauh berkurang!

Oke, lanjut ke percobaan berikutnya, aku tidur siang, dan bangun sore. Aku bukan tipe megar, tapi kalau bangun tidur ya acak adut juga rambutnya hahaha. Tau gak, pas aku bangun sore, masa iya belum sisiran lagi rambutku udah ‘jatuh’ cantik kayak abis bobo cantik versi aurora ๐Ÿ˜†. Suer aku gak lebay – lebayin tapi emang gituuuu ๐Ÿ˜–.

Baca Juga: Review Miranda Keratin Smooting Spray Review

Percobaan selanjutnya, aku lakukan menggunakan hair dryer. Aku pakai sekali aja, sebelum di hair dryer saat rambut setengah basah, dengan jumlah sedikit seperti aturan pakai di atas. Hasilnya? Rambut aku jadi gak terlalu kering. Soalnya kalau rambut aku kering, pasti makin banyak rambut keriting jigrak (damaged hair) yang muncul. So far, protection dari SHRD Protein Cream mantuls! Hasil lainnya seperti kilau, gak kusut, jatuh, itu juga masih ada.

Bagiku, SHRD Protein Cream ini, worth to buy, walaupun agak mahal, tapi karena pakenya dikit jadi gapapalah. Dan untuk rambut non keriting, non ngembang dan tipis versi farah, SHRD Protein Cream is farah approved!

Baca Juga: Pantene 3 Minute Miracle Conditioner Hair Fall Control

 

๐ŸŒˆ Link Pembelian Produk 

Produk ini bisa dibeli di shopee, link nya di bawah ini yah

Shopee

 

๐ŸŒˆ Kenal Lebih Jauh Dengan SHRD 

Website | Instagram | Shopee

 

Terimakasih sudah membaca reviewku kali ini, aku harap tulisanku benar – benar bisa menjadi bahan referensi, see you at the next post ๐Ÿฅฐ.

Find me on IG: @farahhsab

Comments

Post a Comment

Join the conversation!
Dilarang berkomentar yang memuat link atau promosi, terimakasih atas kerjasamanya.