Search

Hi, I am Farah

Hai!

Aku Farah. Aku memulai blog ini sejak tahun 2017. Aku menulis tentang beauty, resep, personal thought dan travel. Tapi beauty sepertinya lebih dominan nih hehe. Dan, aku mau berterimakasih buat kalian semua yang sudah datang ke blog aku ^^

Selamat membaca!


Inquiries:

[email protected]

Osho Whitening Toner Review, Pemakaian Selama 7 Bulan

 


Finally, review ini juga wkwkwk. Ini adalah toner yang sudah aku pakai sejak Juni 2020 yang aku dapatkan dari Sociolla. Jujur ini niatnya review di platform Sociolla aja, jadi nggak di blog, tapi berhubung satu dan lain hal aku terbitkan aja deh wkwkwk.

Tapi sebelum masuk ke review nya aku mau kasih tau dulu review ini berdasarkan hasil pengalaman pribadi dan aku disini ‘kerjanya’ sebagai penyedia referensi untuk temen – temen yang lagi nyari informasi suatu produk (btw saat ini kondisi -minyak- kulitku normal a bit dry, -kondisinya memang bisa berubah tergantung suhu, hormon, dan skincare yang lagi aku pakai-, jadi kayak gak pasti wkwkwk. Terus, pastikan baca secara keseluruhan ya, karena bisa aja dari informasi yang terlewatkan itu justru jadi poin penting buat bahan referensi kamu soal produk ini.

Oke, cus mari ke reviewnya..

 

What is this?

This is a toner. Keluaran dari brand Osho, asal Korea Selatan.

 

Packaging


Boxnya warna ungu tua satin. Informasinya ada sih di box, kayak klaim, cara pakai, ingredients, nomor POM, informasi pabrik, didistribusi oleh siapa tapi Bahasa koriyah semua :’). Memang, dengan kecanggihan teknologi saat ini masih bisa ditranslate. Cuma, mbok ya tempel gitu petunjuk Bahasa Indonesianya, kan mager juga nransletin nya :’). Tapi setau aku, kalau ada produk yang petunjuknya Bahasa Korea, pasti ditempel sticker petunjuk Bahasa Indonesia, terus gatau ini entah karena waktu itu pas aku dapet brand dan produknya baru muncul di Indonesia, dan aku juga dikirim kan jadi bukan beli, mungkin itu yang bikin produknya nggak ditempelin petunjuk Bahasa Indonesianya. 

Seperti inilah :)

Lalu, untuk packagingnya juga sama, warnanya sama, sama - sama jumbo, dan bahasanya juga sama :’). Yang bedain di packagingnya, informasinya nggak selengkap di box, terus PAO hanya tertera di packaging. PAO nya 12 bulan ya. Satu lagi, ini tonernya tipe pump gitu, tapi aku lupa foto hehe.

 

Klaim

Dan berdasarkan hasil translatenya, tertulis klaim:

Ini adalah whitening soothing toner, yang mengandung ekstrak lavender, chamomile, dan portulaca oleracea, berfungsi untuk melembutkan (mungkin maksudnya menenangkan ya) kulit yang cenderung menjadi sensitive karena kontaminan luar. Selain itu katanya ini juga berfungsi memutihkan. Ditujukan untuk semua jenis kulit. Dan tanpa rasa lengket.

Tapi, ada juga peringatan dari boxnya yang (terjemahannya) tertulis:

1. Anda harus berhenti menggunakannya ketika ada kelainan seperti bintik merah, bengkak, gatal, atau iritasi. Apabila anda terus menggunakannya, gejalanya akan semakin parah, jadi konsultasikan dengan dokter kulit.

2. Jangan gunakan di area bekas luka, eksim atau dermatitis.

3. Pastikan untuk menutup tutupnya setelah digunakan.

4. Jauhkan dari jangkauan anak – anak dan jangan simpan di tempat yang bersuhu tinggi atau rendah dan di bawah sinar matahari langsung. 

Tapi, tonernya aku simpen di kulkas dong XD, alhamdulillah masih aman sih. Mungkin maksudnya yang di suhu beku gitu ya maksudnya, jadi yang ekstrim gitu.

5. Jika ada masalah dengan produk ini, kompensasi diberikan sesuai dengan ‘Consumer Dispute Standard’ (Standar Sengketa Konsumen) yang diberitahukan oleh Fair Trade Commission.

 

Ingredients

Berdasarkan hasil terjemahannya tertulis sebagai berikut:

Purified Water, Glycerin, Trehalose, Ethanol, Butylene Glycol, Niacinamide, Portulaca Oleracea Extract, Sodium Hyaluronate, Aloe Vera Leaf Extract, Lavender Extract, Chamomile Flower Extract, Gold And Silver Flower Extract, Perilla Leaf Extract, Peony Root Extract, Kasancho Berry Extract, Glycosyltrehalose, Hydrogenated Starch Hydrolysate, Dipotassium Glycyrrhizate, Biosaccharide Gum-1, Arginine, Coses-7, PPG-1-PEG-9 Lauryl Glycol Ether, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Cellulose Gum, Carbomer, Disodium EDTA, Fragrance.

Soothing ingredients ada pada Portulaca Oleracea Extract, Aloe Vera Leaf Extract, Chamomile Flower Extract, Dipotassium Glycyrrhizate dan Biosaccharide Gum-1.

Moisturizing ingredientsnya ada pada Glycerin, Trehalose, Butylene Glycol, Niacinamide, Sodium Hyaluronate atau yang biasa dikenal Hyaluronic Acid, Aloe Vera Leaf Extract, Hydrogenated Starch Hydrolysate, Dipotassium Glycyrrhizate, dan Biosaccharide Gum-1.

Untuk Anti Acne ingredient ada pada Niacinamide.

Dan Brightening ingredient nya juga sama ada pada Niacinamide.

Tapi, toner ini mengandung ethanol (salah satu bentuk alcohol) dan mengandung fragrance. Nggak bisa dibilang buruk, tapi siapa tau ada yang sensitive sama dua bahan ini bisa jadi bahan pertimbangan. Tapi kalau aku pribadi sih nggak ada masalah sama dua bahan ini.

 

Texture


Teksturnya itu menurut aku lebih ke essence, jadi lebih kental daripada cleansing toner / toner biasa, tapi masih runny.

 

Cara Pakai

Setelah wajah dibersihkan, basahi kapas dengan jumlah yang sesuai dan oleskan dengan lembut dari bagian dalam wajah ke luar sepanjang tekstur kulit.

Tapi kalau aku pribadi, awalnya memang pakai kapas, tapi sekarang pake tangan aja, baru deh di dab – dab in ke wajah wkwkwk. Untuk pemakaiannya kalau aku setiap pagi, sama kalau malam itu hanya setiap sebelum pake retinol toner – aku pake retinol tonernya nggak tiap hari, cuma 3 kali seminggu dan di malam hari aja. Yap, ini adalah hydrating toner ku ketika pake retinol toner, soalnya ada beberapa yang nanya bahkan sampe nge-dm, -tapi dia cuma nanya doang, ngga follow aku hiks-.

Oh ya, aku pakenya 2 – 3 pump untuk pemakaian tanpa kapas.

 

Impresi Pemakaian

Kondisi wajah aku beberapa saat setelah menggunakan toner Osho. Di foto ini aku nggak pake skincare lain, jadi tok toner aja.

Di ingredients kan ada bahan – bahan yang fungsinya melembabkan, jadi apakah toner ini melembabkan (dikulitku)? Jawabannya iya -kalau dibanding toner biasa. Tapi jangan dibayangin lembab yang aku maksud itu sama kayak moisturizer ya. Cukup kah lembabnya? Di kulit aku cukup – cukup aja sih, soalnya juga kan masih ada step skincare lain. Tapi kalau cuma pake toner ini juga aku nggak merasa kekurangan, kira – kira lembabnya di level cukup gitu di kulit aku, nggak kurang nggak lebih.

Tidak lengket? Berdasarkan hasil pengalaman aku sih masih ada rasa lengket, tapi sedikit. Aku pribadi orangnya nggak masalah sih sama lengket yang gini.

Soothing? Jawabannya ada dua. Pertama, awal pake itu kerasa sih soothing nya, jerawat jadi lebih kalem, beda kalau nggak pake, kayak makin ngamuk gitu jerawatnya πŸ˜₯. Terus, dulu pas beberapa bulan pertama pakai, aku gabisa gak pake ini toner walau cuma sehari aja. Karena, ketika aku skip atau gak pake toner ini, walau cuma sekali aja, pasti nanti muncul jerawat 1 (waktu itu kulitku pasca breakout, jadi masih rada sensi kalau perlakuannya kurang baik dikit). Dan toner ini juga yang aku comboin sama retinol tonerku agar retinol tonernya nggak terlalu hars di mukaku. Jawaban kedua, nggak tau kenapa sekarang setelah beberapa bulan merasa biasa aja sih, pernah juga skip tapi nggak kenapa – kenapa. Dan untuk calming jerawatnya aku merasa biasa aja. Aku gatau itu entah karena udah ‘terbiasa’ jadi makanya kesannya sekarang biasa aja atau gimana.

Whitening? Aku tu karena awalnya nggak niat review ini di blog, makanya nggak pernah ambil before – afternya. Aku bisa sih bilang berdasarkan perasaan ku. Tapi, aku agak kurang berani. Soalnya aku pernah tu pake produk yang aku rasa nggak ngaruh (belum pernah aku review di blog), makanya abis itu karena aku pikir nggak ngaruh ya aku berhentiin. Eh tapi pas udah berhenti baru nyadar dong kalau itu produk ada ngaruhnya, wkakaka. Efek keseringan ngaca jadi gitu, perubahan yang bagus jadi nggak kelihatan, tapi kalau perubahan buruk cepet banget noticenya hahaha. Cuma, daripada bikin penasaran, kalau berdasarkan perasaanku sih biasa aja. Cuma, untuk real before – afternya aku nggak punya. Jadi ya abu – abu gitu deh wkwkwk.

Ada purging? Alhamdulillah nggak ada sih, padahal pertama kali pake itu waktu pasca breakout.

Satu lagi, ini tu lama banget abisnya, aku pake 7 bulan belom abis abis dongg. Ya memang sekarang udah tinggal sedikit sih. Tapi bayangin deh, skincare 7 bulan belum habis wkakakak. Tapi itu juga dipengaruhi sama cara pakai aku yang nggak pake kapas, pakenya di pagi aja yang tiap hari, kalau malem ngikutin jadwal retinol 3 hari sekali, jadi memang lebih hemat juga. 

 

Tempat Pembelian Online

Buat yang mau beli produk ini bisa ke Official Storenya di Shopee atau e-commerce lain. Tapi, aku disini hanya akan menautkan ke Official Store di Shopee dan Sociolla.

Shopee | Sociolla

 

Sekian cerita ku soal produk ini, semoga bisa jadi bahan referensi <3.

 

Comments

  1. Iyaa yaaa, teksturnya LBH kayak essence sbnrnya. Tadi aku pikir yg beneran cair kayak toner :D.

    Sbnrnya pgn coba far, tp msh ragu Ama sodium hyaluronate dan hidrogenated Castor oil. Hrs aku pastiin dulu itu bukan turunan dari hyaluronic acid. Krn kalo iya, berarti aku ga cocok :(

    Eh tapi aku sukaa wrna botolnya, ungu! Hahahahaha aku pecinta ungu soalnyaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sayang banget kak, sodium hyaluronate ini bentuk Hyaluronic Acid :(

      Lah kok sama kak XD, aku juga suka ungu, walaupun masih banyak sih warna lain yang aku suka, tapi perintilan kampusku banyak yang warna ungu, mulai dari dompet pensil, binder, dll. Bukan beli karena obsesi 'ungu' nya, kayak pokoknya harus ungu, aku sih beli barang fleksibel. Tapi gatau kenapa pas liat benda benda itu yang notabene nya berwarna ungu, kok rasanya kayak ada suatu daya tarik untuk dibeli XD

      Delete
  2. Wah, berarti aku lumayan agak boros kalau dibanding kamu, Far. Soalnya tonerku ini habis sejak awal Desember πŸ™ˆ. Tapi kalau dihitung-hitung lagi masih lumayan tahan lama, soalnya bisa tahan sekitar 6 bulan di aku. Hehehe.

    Sebenarnya aku juga terlanjur cinta sama toner ini, Far. Tapi harganya itu, lho.. Gak kuat aku 🀣. Harus tunggu diskon gede dulu. πŸ™ˆ

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang dasar aku yang ngirit deh kayaknya kak roem hahaha πŸ™ˆ
      iya kak aku agak takjub juga, soalnya beberapa kali pake merek luar, terkenal dan harganya mahal malah gak cocok 🀣. makanya sempet skeptsis sama ini, eh tapi ternyata nggak bereaksi negatif sama sekaliii. bahkan kulit ku pasca breakout nyaman nyaman aja sama doi.
      btw harganya lagi diskon loh kak, dari 300 atau 400 ribuan gitu jadi 100ribuan. untuk lama pemakaian 7 bulan dengan harga 100rebu itu worth it bangetttt 🀣

      Delete
    2. Wah, penawaran menarik banget, nih, Far. Aku langsung meluncur ke Sociolla dan emang beneran lagi diskon gede-gedean 😍. Tapi sayangnya tonernya udah habis 😭. Telat berarti aku, Far. Apakah ini yang namanya belum jodoh?? 😭😭😭

      Delete
    3. keknya belum jodoh deh kak :')

      Delete
  3. skincare cocok-cocokan sih..
    tapi glowing dan sehat banget kulitnya btw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangankan itu, kita ke sesama manusia aja cocok cocokan πŸ˜‚, gak bisa cocok sama semua jenis orang.
      btw makasih yaa

      Delete
  4. Toner aja packagingnya luxury kaya essence ataupun serum ya far, keren banget.

    Dan setelah liat teksturnya ternyata emang agak kental lebih ke essence, soalnya toner pada umumnya kan cair seperti air.
    Sejauh ini aku ga pernah rutin pake toner, kalau dpt toner cuma aku pake buat keperluar review doang, bukanya jelek atau ga cocok, emang akunya yg ga telaten pakenya far ahahaha, payah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak kayak mahal gitu kan packagingnya..
      hahaha, asal nyaman dan kulit nggak marah lanjut aja kak πŸ˜‚

      Delete
  5. kinclong banget mukanya Faraaaah.. harganya si osho ini mahal ya :( tp worth the price

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you Kak Abiiiiii <3

      iya mahal, tapi sesuai harga sih, bahkan kulit farah pasca breakout aja langsung cucok sama tonernya, ngga pake drama :D

      Delete
  6. Diriku pakai toner skincare Korea itu udah 2 macam kayaknya, dan memang keduanya mirip essence dong.
    Saya pakai merk sebelah, itu juga gitu, dan agak lengket memang, meskipun setelah meresap lengketnya jadi nggak terasa.
    Tapi masalahnya, kulit saya jadi berminyak dong lama-lama, jadinya kalau make upan nggak asyik banget.
    Padahal dulu tuh kulit saya kering, kalau make upan kayaknya keriiinggg gitu, diriku cari skincare kulit kering eh jadi oily :D

    Cuman memang benar, meski rata-rata pricey, tapi ada hasilnya sih, kulit saya jadi lebih lembab bahkan kelembaban hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. owalaah :D, maju kena mundur kena jadinya ya kak XD

      iya kak, pricey memang kalau nggak diskon XD, gasanggup aing belinyaaa XD

      Delete

Post a comment

Join the conversation!
Dilarang berkomentar yang memuat link atau promosi, terimakasih atas kerjasamanya.