Bisnis Kuliner? Yakin?

by - May 25, 2020


Aku ingin bercerita sedikit, tentang keinginanku. Mungkin ini terlihat seperti mimpi, tapi gapapa kok. Jadi ceritanya, sejak kegiatan #DiRumahAja karena pandemi, gatau kenapa suka aja gitu coba-coba resep viral, resep simple atau resep masakan rumahan sederhana. Mungkin karena efek banyak waktu luang sehingga menyisakan waktu buat mengkhayal, akhirnya aku jadi kepikiran kenapa nggak punya bisnis kuliner sendiri? Terlihat seperti ngimpi, apalagi soal bisnis, tipe orang yang spontan kayak aku emang cocok? Secara bisnis pasti butuh prepare dan analisis kan. Walaupun terlihat seperti ngimpi, aku ngotot cari tau di google apa sih tantangan dalam berbisnis kuliner, dan dari hasil-hasil berbeda sumber yang aku temui, aku dapat merangkum inilah tantangan dalam melakukan bisnis kuliner.

 

1. Perencanaan

Perencaan dalam bisnis kuliner itu sangat perlu dilakukan. Karena melalui perencaan bisnis kita dapat mengetahui bagaimana cara mengawali sebuah bisnis, memprediksi masa depan, melihat resiko jenis bisnis kuliner yang kita pilih, menentukan alternatif apabila rencana tidak sesuai di masa yang akan datang, dan mengefisiensi sumber daya serta meminimalkan pekerjaan yang sia-sia dan kesalahan yang mungkin terjadi.

 

2. Keuangan atau Finansial

Modal awal untuk membuka dan menjalankan bisnis nggak boleh diremehkan. Pemilik baru membutuhkan modal dalam jumlah besar untuk menyewa tempat usaha (walaupun untuk tempat usaha murah sekalipun), biaya pegawai, menyiapkan bahan makanan, furniture dan dekorasi. Katanya, bisnis kuliner yang baru nggak bisa menghasilkan untung yang besar selama beberapa waktu loh. Dan bahkan tidak hanya tentang modal awal, finansial akan tetap jadi tantangan untuk ke depannya.

 

3. Kompetisi dan Trend

Saat ini bisnis kuliner sangat banyak bermunculan, apalagi di kota-kota besar dan kota-kota padat penduduk. Ya namanya banyak bisnis kuliner muncul di suatu lokasi, udah pasti terjadi kompetisi kan. Maka dari itu seorang pebisnis harus tahu cara memasarkan bisnisnya, bagaimana mendatangkan pelanggan baru dan bagaimana mengembangkan pelanggan tetap. Kita juga harus tau tentang perkembangan trend. Karena dari trend ini bisa jadi peluang maupun bencana bagi bisnis kita. Contohnya waktu lagi trend makanan vegan, hal ini berpengaruh banget sama pebisnis daging dimana jumlah konsumer jadi menurun. Oleh karena itu, kita harus bijak mengambil keputusan, jangan juga ikut-ikut trend tapi setelah trend berakhir malah kandas.

 

4. Supplier yang Tepat

Sebagai pebisnis kuliner pemula, mungkin agak sulit untuk mengembangkan dan memelihara kemitraan dengan supplier yang tepat. Karena dalam menemukan supplier yang tepat itu butuh waktu, waktu untuk apa? Waktu untuk mengevaluasi keandalan, kualitas, biaya, dan sebagainya. Maka dari itu dari sumber bacaan yang aku dapat, perlu waktu untuk meneliti dan terhubung dengan semua pemasok yang kita perlukan untuk menjalankan bisnis.

 

5. Marketing

Memilih strategi pemasaran itu tricky. Apalagi buat yang baru pertama kali berbisnis kuliner. Kita harus tau gimana caranya pemasaran, branding, makna dari brand kita itu apa, dan sebenarnya desain juga termasuk marketing loh.

 

6. E-Commerce

Kehadiran E-Commerce menjadi salah satu tantangan bagi pebisnis kuliner. Karena konsumen saat ini lebih mengerti teknologi dan manfaat teknologi itu sendiri. Contohnya sih seperti memesan makanan atau minuman lewat online. Kalau kita hanya terpaku sama kedai offline kita bisa kalah. Karena bisa aja seharusnya kita punya beberapa pelanggan yang suka sama produk kita, tapi nggak mau keluar sehingga memilih memesan online, tapi sayangnya bisnis kita hanya jualan makanan secara offline, jadinya calon pelanggan kita beralih ke bisnis kuliner tersedia online dan delivery.

 

7. Staff

Pebisnis kuliner juga harus tau pentingnya memiliki karyawan yang tepat. Mencari kandidat yang berkualitas untuk menjadi satu tim yang baik. Pemilihan karyawan juga gak boleh asal buka lowongan pekerjaan, tapi juga harus ada deskripsi pekerjaan yang terperinci dengan persyaratan khusus. Memanfaatkan wawancara juga sangat membantu dalam perekrutan karyawan. Karyawan juga jangan jadi beban buat bisnis, oleh karena itu perekrutan dan pelatihan karyawan berkualitas itu sangat membantu dalam mengurangi tenaga kerja.

 

Setelah aku baca semua tantangan bisnis kuliner di atas, rasanya kayak wow hahaha. Yakin aku bisa? Secara aku sendiri belum pernah punya bisnis sendiri, hanya waktu SD pernah jualan roti aja, itupun nggak ada manajemen sama sekali, melainkan hanya dengan motto “yang penting dapat duit” ditambah lagi aku ini kena musibah dalam lingkup diri sendiri aja gampang ambyar, gimana kalau musibah dalam lingkup bisnis dan itu menyangkut hidup orang lain, juga dengan tantangan-tantangan di atas aku sendiri gatau apakah aku sudah siap untuk membuka usaha atau belum dan apakah nanti aku bakal sanggup. 

Mau ngimpi atau nggak, aku sebenarnya masih berharap bisa punya bisnis sendiri, mau itu kuliner, kosmetik atau skincare. Tapi yaudahlah, jadi penulis aja mungkin ya hahaha. 

Yang jelas, buat kalian yang sedang baca ini dan kebetulan mau mulai berbisnis kuliner, aku harap rangkuman ku tentang tantangan berbisnis kuliner ini dapat membatu kalian dan aku doakan semoga bisnis kalian sukses terus ya! Setidaknya kalau aku nggak bisa berbisnis, aku bisa sedikit terlibat dalam membantu orang yang mau berbisnis hehehe. Terus semangat buat kamu (atau mungkin kita) calon entrepreneur sukses.

You May Also Like

5 Comments

  1. Saya dulu juga pengen punya restoran yang nyajiin menu Chinese food. Dari SMP saya belajar masak Chinese food, sempat mau masuk sekolah masak tapi dilarang keluarga. Singkatnya cita2 saya kandas.

    Pengalaman saya cuma pernah kerja di warung tempe penyet, warung soto Betawi, dan sharing dari om yang buka warung pecel lele dan bakso.

    Kalau sekarang saya mau jualan kuliner bakal saya mulai dari yang low risk, sambil membentuk mental dan pengalaman. Saya bikin masakan yang rada awet misal rendang atau frozen food, jualnya di online aja. Nanti lama2 meningkat bikin warung kecil.

    Tapi entah kayanya saya nggak bakal bisa terjun di kuliner. Udah terlanjur punya pekerjaan lain yang cukup nyita waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa mba, kadang Tuhan memang tidak memberi apa yg kita inginkan, tapi apa yg kita butuhkan :)

      Delete
  2. Papaku pengusaha bakery sbnrnya. Tp jujur aku blm tertarik utk ikut terjun di perusahaan dia. Krn sbnrnya blm PD mba hihihi.. aku terbiasa kerja di company yg mana semua aturannya udh jelas. Tinggal ikut perintah. Sementara di perusahaan papa, suatu saat aku bakal pegang kendali kalo memang tertarik terjun di sana. Dan kayak yg kamu tulis, aku blm siapa aja :D. Ga gampang pastinya, apalagi bisnis yg udh dibangun bertahun2. Kalo sampe jatuh pas aku yg pegang, rasanya kok nyesek yaaa. Aku prnh bilang ke papa, aku mau kerja di sana, tp bukan sbg pengendalinya.. itu mending adikku yg pegang sih Krn dia udh pengalaman. Aku LBH milih kerja sebagai accounting ya :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kerenn. Jadi penasaran sama papanya kakak, gimana caranya bisa bangun bisnis dan bertahan seperti itu. Keren kak! 😍

      Delete
  3. Bisnis kuliner ?
    Yakin dong
    Hehe

    ReplyDelete