Mencari Kebahagiaan

March 13, 2019




Alkisah, ada seorang pemuda di taman, ia hendak menangkap kupu-kupu. Ia mengendap, kemudian Haappp!... tak terjangkau. Kemudian ia mengejar kupu-kupu berikutnya. Karena selalu luput, gerakannya semakin liar. Tapi sayangnya, hal itu membuat semua kupu-kupu terbang menjauh dan semakin sulit dijangkau.

Kupu-kupu ibarat kebahagiaan. Mengejarnya bukan berlari dan menerjang tak tentu arah. Bukan pula menerobos tanpa perduli apa yang kita rusak. Semakin buru-buru semakin ia menjauh. Proses menggapai kupu-kupu diandaikan sebagai perjalanan hidup yang tentunya ada masalah yang harus kita hadapi. Tak bisa dihindar dan hadapi dengan sikap yang tepat. Bagaikan segenggam garam yang dilarutkan dalam segelas air ketika diminum akan terasa asin. Bahkan belum sampai ke tenggorokan pun bisa saja sudah termuntahkan. Sedang segenggam garam yang dilemparkan ke telaga jernih tak akan mempengaruhi kesegaran airnya ketika masuk ke tenggorokan. Masalah diibaratkan garam yang rasanya asin. Sedang wadah merupakan hati kita ketika menerima masalah. Seberapa lapang hati kita menghadapi masalah. Wadah hati yang sempit akan menjadikan apapun menjadi terasa sulit dan tidak mengenakkan. Tapi segala sesuatu yang dihadapi dengan wadah hati yang luas dan jernih, tak akan menjadi masalah bagi dirinya.

Bagian dari kebahagiaan adalah proses mencapai kebahagiaan itu sendiri. Cintai dan nikmati proses-mu. Proses keikhlasanmu dalam menerima dan menghadapi segala sesuatu. Bagaikan mendaki, nikmatilah setiap langkahmu menuju puncak, beratnya tanjakan dan rasa lelah di tengah perjalanan dan terkadang ingin menyerah, namun ketika kamu telah sampai pada puncak tertinggi dan melihat ke bawah, hatimu akan bahagia dan bangga, bukan 100% karena indahnya pemandangan, tapi kamu menyadari bahwa kamu telah melewati dan menikmati proses hingga tercapailah titik indah itu. Proses dan perjuangan itu ibaratkan bumbu kehidupan dan menjadikan akhir dari segala sesuatu terasa lebih indah.

Tak ada kebahagiaan dan kesuksesan yang instan dan terburu-buru. Sabar, tarik nafas, hembuskan, lapangkan dada, dan nikmati perjalanannya.

Terima hal yang terjadi dalam kehidupan ini dan mensyukurinya. Tetapi bukan pasrah dan tidak bertindak. Hanya saja kita perlu mengucap syukur dalam segala hal. Belajar menikmati apa yang sedang kita hadapi. Tidak selamanya kepahitan adalah bencana. Adakalanya kepahitan yang datang ke kehidupan kita sebenarnya merupakan makanan dan obat penambah tenaga untuk jiwa kita. Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Nikmati dan tetap tersenyum serta bersukacita. Karena yang menjadi masalah bukanlah apa yang terjadi, melainkan cara pandang dan sikap menghadapinya. Sikap memiliki kekuatan untuk mengangkat atau menjatuhkan hidup seseorang dan cara pandang bergantung dari kualitas mental seseorang.

Cintai prosesnya maka sesungguhnya kamu sedang dirahmati kebahagiaan.

You Might Also Like

0 komentar

Youtube Channel

Follow by Email