Jangan Berharap Orang Lain Peka

August 22, 2018

lokasi foto: secanggang


Di umur yang baru 19 tahun ini, yang baru merantau di Kota Medan ini, yang belum genap 1 tahun di sini (karena tanggal 2 September nanti baru genap 1 tahunnya), aku baru aja dapet mata kuliah Social Life. Salah satunya, jangan berharap orang lain peka. Yes. Jangan berharap orang lain peka, ya ini bukan tentang masalah percintaan antara perempuan dan laki laki ya. Tapi hubungan sosial secara umum.
Maksudnya apasih? Maksudnya adalah.... ketika kamu butuh sesuatu, jangan berharap orang lain memberi apa yang kamu butuh tanpa kamu meminta. Tapi kamu bicara, katakan, tanyakan.
Ketika kamu sakit, bilang kalau kamu sakit -jika perlu-, karena kalau tidak kamu mungkin dianggap menghilang tanpa sebab. Jangan menunggu orang menanyakan kabarmu.
Karena di dunia rantau yang jauh dari orang tua, kamu akan sendiri, ALONE, semua orang akan senyum kepadamu atau menyapamu, tapi sehabis itu yasudah, semua orang sibuk dengan kehidupannya masing-masing.
Contohnya aku sendiri, sekarang yang lagi PKM –dimulai tanggal 12 agustus- , aku menginap di rumah warga, dan beberapa hari yang lalu aku sakit, mulai dari tengah malam sampe siangnya aku muntah-muntah gak berhenti kebayang gak sih sakit dan lemesnya itu, mual, dan aku hanya bisa terbaring di tempat tidur. Temen satu pkm ku sempat nanyain mau gak dibawa ke puskesmas, aku gak mau, karena aku pikir cuma masuk angin, tapi aku rasa makin pusing –yang awalnya gak pusing- , aku terbaring tapi aku udh muntah kayak gitu terbaring di situ pemilik di rumah itu ya kayak gatau aku sakit kalau aku gak ngomong, ya setelah aku ngomong aku mau dibawa ke dokter praktek atau sejenisnya karena aku gak tahan lagi baru deh pemilik rumah bilang kok gak ngomong . hmmsss. Belum selesai sampai disini, kan aku makan sama nginep nya itu di dua rumah yang berbeda tu, pas sampe di rumah makannya itu, kalau aku gak ngomong aku gak boleh makan pedas dan sejenisnya sama si ibu mungkin aku akan tetap disuguhi lauk itu. Gemes sih. Tapi gimana ya. Terus lagi, pas aku balik ke rumah penginapannya itu, bapak pemilik rumah makan tadi dateng ngomong sama ibu penginapan, katanya obatku itu jahe merah, tapi kayak seolah-olah aku itu dilempar-lempar gitu lho. Kenapa? Karena si bapak rumah makan seolah-olah nyuruh si ibu penginapan beli jahe merahnya, sedangkan si ibu aku lihat gerak-geriknya kayak keberatan gitu karena jahe merah itu gak ada di kecamatan ini, adanya di sebelah. Dan pas aku sakit pun kayak orang gak open gitu, ya senyam-senyem gak tau deh, tapi gak ada yang sampe masuk kamar, nanya aku gimana, bahkan temen satu pkm khususnya yang cowo. Adasih yang nanya tapi cuma satu dua orang. Sisanya kayak gak perduli gitu, malah sempet mau rebutan motor, yahh you know disini cuma bisa minjem satu motor dan yang pake itu aku karena aku lagi sakit gak mau jaan kaki jauuh men.
Bukan pas di pkm aja, di asrama juga ya pembaca. Jangan pernah berharap orang-orang di sekelilingmu peka dengan kondisimu. Karena walaupun di asrama orang kadang ada orang yang cuek, ada orang yang sibuk dan sebagai macem kesibukan gak sempet mikirin kita. Jadiiiii, yang kita perlukan sebagai modal awal menghadapi situasi ini yaitu KEMANDIRIAN, di saat kita mampu melakukan sesuatu sendiri, ya lakukanlah, jangan bergantung sama orang, dikit-dikit minjem barang orang, dikit-dikit minta tolong padahal gak ada kendala sama sekali melainkan hanya alasan mager, kecuali di saat kamu lagi dalam keadaan mendesak.
Modal kedua adalah NGOMONG,  misalnya sakit dan kamu butuh air, tapi kamu gak bisa jalan, ya minta tolong sama temen bawain, atau gimana lah baiknya, jangan kamu diem diem bae, gak semua orang paham coy apa yang kita butuh, apa yang kita mau kalau kita gak ngomong.
Intinya dalam hidup jauh dari orang tua itu, siap-siap mental lah jangan berharap ada orang yang peka kayak mamak/ibu/bunda kamu tau kamu lagi kenapa kenapa. Jangan berharap ada yang orang yang super care sama kamu. Lakukan semua sendiri. Mandiri. O ya satu lagi, jangan berharap ada yang bisa denger curhat kamu 24 jam, karena gak semua orang mau denger curhat kamu, dan kalaupun ada, gak semua topik bisa masuk ke dia terus dia juga perlu ngurus dirinya dan segelumbuk masalahnya gak cuma denger curhat kita aja.
Tapi, walaupun kita kecewa lingkungan gak bisa peka sama kita, kita jangan gak peka ya sama lingkungan. Justru kita sendiri lah harus yang lebih peka kepada orang dan lingkungan, ketika orang sakit kita bantuin, ketika ada dalam kondisi gak mengenakkan atau bahaya kita peka sehingga kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ketika melakukan hal yang menyinggung atau mengganggu orang kita peka dan gak melakukan itu lagi gengs. Itu aja sih. Sekian. Assalamualaikum.

You Might Also Like

0 komentar

Youtube Channel

Follow by Email