Magang Sidikalang

February 17, 2018

lokasi : di depan rumah tempat kami menginap, lebih tepatnya di pinggir jalan

Assalamualaikum pembaca, jadi kali ini aku akan mempublikasikan sepotong kisah magang pertama ku di Sidikalang, Desa Tambahan, Dusun Kuta Padang. Jujur, aku magang ini hanya membawa ilmu sebesar NOL BESAR. Karena, aku gak tau apa apa soal perkebunan apalagi kopi, karena di Sidikalang kami difokuskan ke kopi, kemudian, aku gak tau magang itu seperti apa, aku gak tau keadaan daerahnya seperti apa, ah pokoknya NOL BESAR dah. Tapi alhamdulillah, melalui magang ini aku mendapat banyak ilmu, gak cuma tentang kopi aja, tapi juga soal agama, solidaritas, cara menghadapi orang lain / masyarakat, sabar, dsb. O ya, aku magang ini selama 8 hari, aku lupa tepatnya kapan, yang jelas ini di bulan Desember 2017. Yaudah berikut foto-fotonya,
Jadi, ini adalah tanaman kopinya. Buahnya itu seperti ini. Ini adalah tanaman kopi robusta.

Kemudian ini adalah buah yang dipanen. Harus yang berwarna merah agar mendapatkan hasil bubuk kopi terbaik.

Kemudian buah kopi tersebut dimasukan ke mesin penggiling untuk memisahkan antara kulit dan bijinya.


Ini adalah hasil setelah digiling, ya memang belum bersih sempurna sih.

Ini biji kopi yang sudah dijemur. Sudah dipilih yang terbaik.

Nah, ini yang setelah dijemur, tapi belum dipilah. Masih campur antara yang bagus dan yang nggak.

Ini setelah disangrai
Maaf karena aku gak memposting hasil bubuk, karena hasil fotonya jelek, faktor pencahayaan dan kamera juga hehe.


Nah, kalo ini belajar menanam kopi robusta.


Pemandian umum di dekat lahan pembelajaran penanaman kopi. Di sini mandinya terbuka, perempuan cuma selimpitan sama kain basah aja lho.


Mengunjungi kebun kopi milik warga. 


Tepat di pinggir jalan desa.


Selain belajar dan mengenal kopi, kami juga diajak ke air terjun di dekat desa ini. Tapi hati-hati, di sini banyak lintah dan pacet. Soalnya, temen sama seniorku sempat kena tuh.

Perjalanan menuju air terjun. FYI dibawah itu ada sawah , dan itu sepertinya akan menghasilkan beras merah dan dikelilingi seperti tebing di sekelilingnya.




Selain itu, kami juga diajak berwisata ke puncak sidikalang. Tapi cuacanya kurang bagus jadi berkabut gini.


Perjlanan menuju dusun sebelah tempat kelompok magang lain bermukim





Hari terakhir. Sampe ada bapak-bapak yang nangis, katanya mereka bakal merasa kehilangan, sepi, ditambah lagi mereka merasa kehilangan karena kami khususnya anak laki laki lah yang meramaikan masjid. Jujur aja, yang solat di sana memang sedikit. Pernah kulihat di desa ini tapi di dusun yang berbeda, masjidnya hanya diisi oleh satu orang, dia yang mengadzankan, dia juga imam sekaligus makmumnya.



Iya, itu adalah beberapa cuplikan foto beserta cerita yang sedikit menggambarkan kegiatanku selama magang. hehe. Sekian, Wassalam. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. Replies
    1. Iya kak, palagi pemandangan depan rumah kami nginap kueren abess

      Delete
  2. main-main ke aceh kak, gak jauh lagi kok itu, hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Do'akan saja semoga bisa ke sana bersama orang orang terkasih

      Delete
  3. aduhh itu takut jatuhh bergentungan berdua..hehehhee
    seruu kayanyaa pengenn kesanaaa menikmati suasana alam disanaa
    kopi nya kayanyaa punya citarasa yang khas yahh mbaa

    ReplyDelete

Youtube Channel

Follow by Email