Talks

August 12, 2017

Mungkin, bikin suatu pernyataan atau nasihat yang tidak memvonis alias tidak memojokkan seseorang mungkin susah kali ya.
kamu nggak boleh gitu
kamu itu salah
berdosa
masuk neraka jahannam
dosa kamu berlipat ganda
bla bla bla
Oke, kita niatnya baik, tapi sayangnya nggak semua orang bisa menerima pernyataan kita. Apalagi kalo kita bilangnya lewat chatting , sms atau media sejenisnya. Karena sebenarnya menurutku, kita ngomong langsung sama lewat chat / sms dengan kalimat yang sama, itu artinya bisa beda lho. Karena pada saat ngomong langsung, kita mengungkapkan kalimat dengan nada yang jelas dengan ekspresi yang asli dari diri kita sendiri. Tapi beda ceritanya kalo lewat chat / sms , orang mana tau nada sama ekspresi kita dan bisa aja orang yang baca kalimat kita membaca dengan nada yang ada di pikiran dia dengan penekanan yang dia bikin sendiri. Inget ya, beda penekanan pada kalimat bisa beda pengartian. Contoh :
kamu ini gimana sih
kamu coba ngungkapin dengan dua nada penekanan yang berbeda, satu dengan nada yang agak tinggi satu dengan nada yang lembut. Beda kan? Pengartianya juga beda. Satunya marah satunya nggak. Itulah kelemahan dari chat/sms. Orang bisa baca tulisan kita tanpa tau makna yang sebenarnya dari apa yang kita ungkapkan.
Bukan cuma nasihat aja sih, banyak. Berbagai kalimat yang sama tapi bisa berbeda arti hanya karena nada penekanan bicara. 

Sama juga ketika kita menyampaikan sesuatu tapi nggak sesuai sama tempatnya. Bercandain sesuatu yang keterlaluan. Ditambah lagi sesuatu itu beresiko menyinggung perasaan orang lain. Mungkin bagi kita biasa. Si A juga nggak tersinggung kok, masa Si B gitu aja marah. Ya gimana ya, A dan B kan beda ya. Beda sifat. Beda karakter. Kita juga lagi nggak tau mood atau keadaan A dan B. Kalau mood orang lagi semrawut terus kita ngomong yang yaa kira-kira bisa bikin tersinggung , kita pikir aja gimana perasaan orang itu. Jangan suka banding-bandingkan gitu. Kita tau beda orang beda juga tanggapannya. Masa iya harus sama terus. Kita jangan cuma minta dimaklumi terus perkataannya. Kita juga harus bisa ngerti keadaan orang nggak selalu baik baik aja. Apalagi mungkin tanpa kita sadari kita pernah menyinggung perasaannya beberapa kali sebelum ini.

Jadi diri sendiri itu memang gak salah, biacara seenaknya yang penting "ini gue lu bisa apa". Tapi kita harus ingat, kita hidup gak sendiri, kita hidup juga butuh kedamaian dan butuh bantuan orang lain. Iya kali abis ngoceh seenak jidat bikin sakit hati orang terus minta bantuan. So, kita perlu "gak menjadi diri sendiri", dalam rangka menempatkan posisi kita sehingga tidak ada yang tersakiti sehingga suasana tidak menjadi keruh dan itu juga bermanfaat untuk kita juga dalam menjalani kehidupan yang tentu gak bisa kita penuhi sendiri.

Ya kalau gabisa gitu mending diam aja, karena pepatah diam itu emas kadang-kadang berlaku.

Lokasi foto : Di Samping Rumah

You Might Also Like

0 komentar

Youtube Channel

Follow by Email